Kamis, 18 Maret 2010

Belajar Tentang Ngeblog dari Film Julie & Julia


Inspirasi atau semangat untuk mengerjakan sesuatu memang bisa datang dari mana saja, hanya tinggal kita para penggali inspirasi dan semangat mau atau tidak menangkap dan menerapkannya. Menggali inspirasi dan menjaga semangat ngeblog juga bisa datang dari mana saja lho, bahkan dari hal yang tidak terduga. Seperti yang saya alami baru saja beberapa hari yang lalu. Sewaktu saya menonton film berjudul “Julie & Julia”, mungkin sama seperti saya pada awalnya, anda pun heran kenapa sebuah film bergenre drama bisa membuat kita belajar tentang blog. Oke, film rilisan tahun 2009 ini memang tidak mutlak berbicara tentang blog, ini adalah film tentang kisah nyata dua wanita dari beda generasi dalam mencapai target masing-masing di hidupnya.

Sinopsis singkatnya begini : Julie Powell (Amy Adams) adalah mantan editor majalah yang karirnya mandek dan kini bekerja sebagai customer service di sebuah perusahaan asuransi, pekerjaan itu membosankan baginya, apalagi ia juga sempat iri dengan teman-temannya yang punya karir lebih baik darinya. Ia sebenarnya memiliki cita-cita sebagai seorang penulis, sebelumnya ia pernah menulis novel namun berhenti di tengah jalan. Sikap mengerjakan suatu hal sampai selesai inilah yang coba diterapkan oleh Julie, atas saran dari suaminya Eric Powell (Chris Messina) ia membuat blog, yap Julie kemudian membuat blog dengan niche resep masakan. Uniknya blognya ini dibuat sebagai proyek yang harus diselesaikan dalam 1 tahun, dimana dalam 1 tahun itu alias 365 hari ia harus membuat 524 resep. Nah sumber resep-resep ini adalah buku karangan Julia Child (Meryl Streep) yang berjudul Mastering the Art of French Cooking (1961), yang ditulis dengan dua rekannya Simone Beck dan Louisette Bertholle. Julie Powell menamai proyek ini “Proyek Julie/Julia” dalam 365 hari, ia harus memposting kisahnya di blog beserta resep dan proses pembuatan masakan-masakan dari buku tersebut, menurutnya itu adalah sebuah tantangan karena selama 40 tahun belum ada yang bisa menyamainya (Kisah Julie Powell berlatar tahun 2002 di New York, sedangkan kisah Julia Child berlatar tahun 1941 sampai 1961 dengan dominasi lokasi di Paris, Prancis).

Apa Yang Bisa Dipelajari Blogger Dari Film Ini?

1.Konsistensi Ngeblog

Selama 365 hari harus membuat 524 resep dan mempostingnya di blog? Jelas itu sangat berat, namun ternyata setelah dilakukan, ini menjadi rutinitas yang jauh lebih menyenangkan ketimbang pekerjaannya yang asli. Setiap pagi ia bangun lebih awal dan menulis resep apa yang akan ia buat, sepulang kerja ia memasak lalu kembali menuliskan hasilnya. Terkadang ia hanya menulis pagi harinya atau malam harinya sesudah memasak. Ternyata tidak mudah lho, karena ada beberapa resep yang gagal, belum lagi tanggapan sinis dari ibu Julie yang heran kenapa anaknya malah ngeblog. Satu adegan yang lucu dan memorable adalah ketika Julie akhirnya mendapat komentar di blognya untuk pertama kali, dan itu ternyata malah dari ibunya yang berkata “Ini Ibumu, aku masih tak mengeri kenapa kau begini. Agaknya cuma aku yang baca blogmu.” :D Namun semua tantangan itu berhasil dilaluinya dengan hasil yang manis.

2.Money From Blogging Vs Money Because Blogging

Dua hal yang mungkin juga sudah sering dibahas, dimunculkan meski sekilas di film ini. Ketika teman-temannya menyarankan Julie untuk memasang Paypal di blognya, ia menolak, meski menurut teman-temannya blog Julie sudah punya penggemar. Jadi, dalam hal ini Julie lebih memilih menulis secara konsisten. Karena seperti diceritakan di film proyek blognya memang hanya bagian dari pelariannya dari rutinitasnya yang membosankan sekaligus memupuk cita-citanya sebagai penulis.

3.Ngeblog itu Marathon, Bukan Sprint

Yang ini saya kutip dari apa yang dikatakan Ndoro Kakung di bukunya “Ngeblog Dengan Hati”. Apa yang dilakukan Julie lewat blognya memang seperti itu, secara bertahap ia menulis dari resep yang sederhana sampai resep tersulit, kemudian ia mendapat komentar (Perhatikan betapa girangnya dia saat menerima 53 komentar di blognya suatu hari, kita pasti pernah merasakan hal yang sama bukan saat dapat komentar? ;) ). Pembaca blognya mulai mengiriminya bahan-bahan masakan sebagai bentuk apresiasi terhadap Julie, blognya masuk ke peringkat ke-3 dibaca terbanyak sampai puncaknya blog yang ditulisnya banyak mendapat tawaran untuk dibuat buku, diwawancarai bahkan difilmkan. Pada akhirnya blognya pun dibuat buku dengan judul “Julie & Julia” pada tahun 2005 dan sesuai cita-citanya ia kini menjadi penulis. Ending manis dari hasil kerja keras yang konsisten bukan?

Menarik lho menyimak film ini, kemasannya ringan dan bukan tipe drama khusus wanita (Meski pemeran utama dan sutradaranya wanita) jadi pria pun bisa nonton. Satu yang saya perhatikan adalah platform blog yang digunakan, mengingat waktu itu tahun 2002 belum ada wordpress dan blogspot, di sini Julie menggunakan Blog C, tapi sekilas tampilannya mirip blogspot sih hehe :D . Blognya di sini digambarkan tanpa foto, entah apa memang aslinya seperti itu namun yang menarik ada satu masa ketika Julie membuat resep gagal dan suaminya menyarankan membuat postingan bohong bahwa ia sudah membuat resepnya, namun Julie tegas menolak :) .

Film ini mengajarkan konsistensi, kesabaran dan kejujuran dalam mengerjakan sesuatu. Dimana memang ketiga hal ini juga penting dimiliki seorang blogger. Memaknai nilai-nilainya tentu akan lebih baik kalau anda sudah menonton filmnya. Happy Blogging!

dari : http://www.ayongeblog.com/2010/03/05/belajar-tentang-ngeblog-dari-film-julie-julia/#comment-5994

cerita gw.......

hmmm. . . .

ntah kenapa lha baru sekarang aq baru buat blog.
dulu dah pernah buat tapi ga tahu apa yang mau q tulis di situ.
padahal adek q tu dah duluan tahu dan malahan dah buat blog sendiri.
pengen belajar ma dia tapi agak sulit, soalnya jarak yang memisahkan kami cukup jauh lha.
kira-kira 90 km, dari P.Sidempuan sampe Sibolga-Pandan kan jauh..
nanya pake fb, kayak kurang jelas gitu penjelasannya..
jadinya belajar ndirilah ntah bagus ato ga a liat aja ndiri..
hehehe...

......

tgl 3 hari lagi mau UN.
ujian inilah yang bakalan menentukan apa aq layak ga melanjut ke Perguruan Tinggi.
apa kesiapan q sudah mantap ato belum.
tapi jujur, kalo kesiapan secara materi kayaknya blum siap deh..
klo masalah mental kayaknya juga kurang,
sekalipun kayak gitu aq tetap pengen kuliah dan menjalani hidup yang baru lagi.
aq pengen jadi Pendeta dan pengen kuliah di I-3 (Institut Injili Indonesia)..
mudah-mudahan aja masuk..

soalnya aq pengen banget jadi hamba Tuhan, jadi pelayan Dia.
karena q pengen nyenengin Dia dan memang itulah tujuan hidup ini.
yaitu melayani Dia.
sapa tu Dia??
ya Yesus donk Tuhan q yang paling baek gitu....
hhe.

tapi aq merasa semua tindakan q belum bisa mencerminkan sebagai hamba Tuhan yang baik.
aq sering terjatuh dalam dosa karena aq kadang mikir, Tuhan itu kan baek pasti Dia ampuni aq yang berdosa ini.
hugh...
padahal tu salah kan!!
mana boleh mikir gitu, soalnya kalo gitu berarti kita namanya memain-mainkan Tuhan kan?
so, aq berdoa biar pikiran-pikiran kayak gitu dihapus aja dari memory otak q ini.

back tu masalah UN lagi, kayaknya UN ni agak berat juga bagi q,
soalnya aq ni antara belajar dan ga belajar.
jadi kayaknya persiapan q kurang.
biar pun TO 1,2 dan 3 lulus terus, tapi nilainya cuma dapat 6 ato 7.
kayak ga nilai aja segitu.
trus aq tu sering ngandalin pikiran q sendiri dan kekuatan q sendiri.
mengandalkan orang laen kayak nyontek gitu, nanya-nanya.
hahh..
padahal tu kan salah!!
trus q ikuti ibadah di HKBP yaitu seminar tentang UN dan pengutusan untuk yang mau ikut UN.
disitu yang q pelajari yaitu sebelum RASA TAKUT AKAN TUHAN ada dalam diri kita,
jangan pernah sesekalipun melangkah kedepan atau mengikuti ujian itu.

lalu q ikuti lagi ibadah pengutusan di PERKANTAS, q pelajari lagi jangan pernah mengandalkan diri-sendiri atau orang lain, tapi andalkanlah Tuhan Allah mu Yesus Kristus.
biar berapapun banyak nya kalian berusaha sendiri itu tak akan mengubah apapun tetapi bila bersama Yesus tu semua ga da yang ga mungkin.
dan saya juga mengutip perkataan dari salah seorang teman saya yaitu jangan pernah berpikir untuk mengubah dunia ini padahal diri kita ini belum berubah atau masih kotor atau masih hidup dalam dosa.

trus ibadah di sekolah aq belajar bahwa doa itu bisa mengubah segala sesuatu dengan campuran tangan Tuhan dan usaha kita dalam meraihnya.

akhirnya sebelum UN ne aq belajar untuk berserah diri kepada Tuhan Yesus sepenuhnya dan juga berusaha semaksimal mungkin yaitu belajar ato apalah namanya.

ehhh..
kayaknya dari atas tadi kayaknya ga nyambung gitu ya???
tapi ga papa lah namanya juga SUKA-SUKA GW. wkwkwkwkwk

semoga apa yang q tulis disini bisa menjadi berkat bagi kalian dalam keadaan apapun, waktu kapanpun.
OK....

Gbu..
Imanuel.......

Rabu, 17 Maret 2010

baru blajar ne...

whooooo......
akhirnya buat blog jg ne aq...
soalnya dulu ga ngerti2 gimana buat blog..

agak kampungan sich..tp itulah aq..
ntar disini q bakal nulis di blog ini sesuka-suka gw karena ini kan blog gw ndiri.
wakakakakaaaa...